Kisah Neti, Kunti Stadion Siliwangi

Saturday, August 20, 2011

| | |
Kisah ini diceritakan oleh Risa Saraswati di akun twitternya (@risa_saraswati) pada tanggal 19 agustus 2011, menceritakan tentang makhluk halus bernama Neti yang tinggal di sekitar stadion siliwangi Bandung, atau lebih tepatnya di jalan Patrakomala. nih ceritanya:
  • Namaku...neti.
  • Kalian tau apa yang membuatku jadi seperti ini?  
  • Mengganggu siapa sj yg lewat didepanku dimalam hari...memperlihatkan betapa kusutnya rambutku.. wajahku.. tertawa melihat rasa takut kalian.
  • Tidak seperti yg lainnya, mati menggenaskan karena sakit hati...atau apapun alasan menyedihkan melankolis hantu..aku mati wajar..
  • Mengidap penyakit lambung menahun yang ternyata menyebabkanku meninggal. Wajarkah? Menurutku sih wajar...
  • Bukan dr keluarga kaya raya tapi cukup bagi orangtuaku untuk membawaku ke dokter di rumahsakit. Tetap saja tidak membantuku bertahan hidup.
  • Kadang aku bertanya-tanya, kenapa sekarang aku berubah menjadi sosok yang dulu aku dan teman-teman sebayaku bilang "kuntilanak"
  • Wajahku dulu tak seburuk ini, aku memang meninggal dalam keadaan menyedihkan..secara fisik. Tapi kini jauh lebih menyedihkan.
  • Sebenarnya kala itu aku hanya tak ingin pergi dari rumahku, saat mereka memandikan jasadku.. memasukannya ke liang lahat.. dan mendoakanku.
  • Aku hanya diam terusmenerus didalam rumah, memandangi bapa yg murung..ibu yang lelah menangis. Hingga akhirnya mereka sedikit2 lupa padaku.
  • Aku marah melihat situasi dimana semua yg terjadi di rumah ini kembali normal, aku muak melihat keluargaku mulai tersenyum.
  • Aku lebih suka mereka menangis memandangi fotoku..atau ibu yg sedikit-dikit salah memanggil adikku dengan namaku.
  • Saat kemarahanku memuncak, aku mulai kehilangan arah. Membanting barang-barang yg ada di rumah, menteror keluargaku dengan penampakanku..
  • Mereka yg merasa terganggu mulai berinisiatif untuk mendoakan arwahku. Kalian tau apa yg terjadi? Aku merasa panas berada di dalam rumah.
  • Aku terusir...dari rumah itu, rumahku sendiri tempat aku hidup selama 19 tahun. Aku tahu niat keluargaku baik, entah kenapa jd seperti ini..
  • Aku kehilangan arah, tidak tahu jalan untuk pulang. Kemarahanku memuncak, semakin tidak bisa menerima kematian. Aku merasa terbuang..
  • Tidak ada yang bisa kulakukan, selain marah melihat siapapun yg terlihat bahagia melintas didekatku.
  • Aku hanya tinggal menampakkan wujudku, maka kebahagiaan orang-orang yang melihatku akan sirna sekejap mata..hihi
  • Atau sekedar ikut duduk di mobil kalian yang melintas disekitarku...hihiii...ketakutan di wajah kalian adalah kebahagiaan tersendiri buatku.
  • Dengan hanya menyentuh tubuh kalian, atau sekedar memeluk dari belakang..menyebabkan kalian terpaku bahkan hingga demam...hihihi
  • Aku bosan mencari jalan untuk pulang, aku bosan bersedih...ini satu satunya cara untuk menghibur diriku yang merasa terbuang.
  • Jadi, jangan samakan aku dengan yang lainnya...kalian tidak akan pernah mendengar suara tangisanku, aku selalu tertawa..hihiiiii
  • Aku tidak mencari teman juga...ketakutan diwajah kalian adalah sahabatku...hihihi. Aku berpindah pindah tempat..tapi tak pernah jauh.
  • Selalu berada disekitar jalanan ini...di belakang stadion bola kota ini, cukup jauh dr tempat asalku, agar tak lg kulihat senyum keluargaku.
  • "Oke net udh ya ceritanya cukup. Hey temanteman kalo mau ketemu neti sebut aja namanya di sekitar jalan patrakomala hiiiiy, maaf sebut merk"
naah ntar jangan lupa yaa kalo lewat jalan patrakolamala, sebut aja namanya, siapa tau dia nongol.. hihihhi...


0 comments:

Post a Comment